Headlines News :
Buletin Kristal Online. Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label REPORTASE. Show all posts
Showing posts with label REPORTASE. Show all posts

mengapa OSIS MATU dipisah ?

Written By Unknown on Monday, 28 October 2013 | 23:23




Mengapa OSIS MATU dipisah?

Dewan guru Madrasah Aliyah Tajul Ulum, khususnya Waka kesiswaan MA TAJUL ULUM telah bersepakat untuk memisah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), yakni putra sendiri putri sendiri yang dikepalai oleh satu Ketua Umum. “kesepakatan tersebut telah diputuskan dalam rapat dewan guru yang dilaksanakan pada awal September lalu atas intruksi dari gus Shofi” tutur bapak Ngabdul Syukur, S.PD.I selaku Waka Kesiswaan MA TAJUL ULUM.
“Salah satu hal yang melatarbelakangi pemisahan OSIS ini adalah disebabkan karena adanya salah satu kegiatan yang terlalu bebas antara putra dan putri, ketika itu pula gus Shofi melihat lalu melaporkannya kepada saya. Oleh karena itu, dengan adanya pemisahan OSIS ini, semua warga MA TAJUL ULUM dapat mengetahui seberapa besar potensi siswa-siswi MA TAJUL ULUM. Karena untuk tahun-tahun kemarin ketika OSIS masih dicampur, yang lebih terlihat menonjol adalah anak putra, untuk yang putri masih dinomorduakan” lanjut beliau.
Melalui pemisahan itu, para pengurus OSIS diharapkan tetap dapat menjalankan tugasnya dengan konsisten. Lebih-lebih dalam mengaktifkan kegiatan Ekstra kulikuler yang dilaksanakan secara bergilir antara putra dan putri. “Walaupun banyak yang protes kalau Ekstra kulikuler dilaksanakan secara terpisah itu kurang ada semangat, namun itu semua jangan ditelan mentah-mentah dulu, yang kita butuhkan bukan hanya semangat, tetapi juga hasil yang maksimal” jelas bapak Syukur.
Jika terjadi persaingan ketat antara pengurus putra dan pengurus putri dalam mengaktifkan kegiatan-kegiatan di madrasah, itu diperbolehkan karena mereka berfastabiqulkhoirot.
“Pokoknya yang paling penting adalah laksanakan tugas masing-masing sesuai dengan aturan dan koridor MA TAJUL ULUM” pesan bapak Syukur kepada crew Kristal.




 Reporter

Tuesday,29 Oct '13


                                                                                                                                                   

Jalan Sehat MATU

Written By Unknown on Friday, 11 October 2013 | 16:54



        Berkaitan dengan memperingati Hari Olahraga Nasional, Yayasan Tajul Ulum mengadakan kegiatan jalan sehat bersama. Kegiatan tersebut telah di ikuti oleh seluruh dewan guru, karyawan dan siswa-siswi Yayasan Tajul Ulum, baik dari MA Tajul Ulum maupun MTs Tajul Ulum. Kegiatan jalan sehat tersebut berlangsung hari Senin (09/09) tepatnya pada pukul 08.00 WIS. Yang mana dalam kegiatan tersebut terbagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok putra dan kelompok putri. Untuk kelompok putra berjalan menuju Desa Padang, dan untuk kelompok putri berjalan menuju Desa Ngetuk.
      “ Hal ini di lakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, walaupun hal tersebut sepele, namun harus tetap di jaga ” kata Bp K.H Abdurrohman selaku kepala Yayasan Tajul Ulum. “ Selain untuk memperingati Hari Olahraga Nasional, kegiatan tersebut juga berhubungan dengan kesehatan siswa-siswi Yayasan Tajul Ulum dan untuk mengingatkan bahwa betapa penting dan mahalnya kesehatan seseorang ” tutur beliau. 
       Terkait dengan pertanyaan-pertanyaan siswa-siswi, salah satunya adalah I’anatun Nafisah kelas X IAI A mengenai  “ Mengapa peringatan Hari Olahraga Nasional di laksanakan dengan meriah tapi peringatan Hari Kemerdekaan RI malah tidak ? ”. Bapak K.H Abdurrohman telah menuturkan bahwa waktu peringatan Hari Kemerdekaan RI itu kurang memungkinkan karena hal tersebut merupakan hari pertama kali masuk sekolah yang kemudian diisi dengan halal bihalal. dan jika KBM tidak segera di mulai dikhawatirkan akan menimbulkan ketidaktertiban dalam proses belajar mengajar, dan sebagai gantinya, Yayasan Tajul Ulum bersepakat untuk mengadakan kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional. Sedangkan tujuan utama kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan stabilnya kesehatan para siswa-siswi, sehingga dalam kegiatan proses mengajar dapat berjalan dengan baru tanpa ada yang lesu, mengantuk bahkan tidur di kelas. “Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan tersebut kita semua tetap dilimpahkan kesehatan oleh Allah SWT, baik rohani maupun jasmani. Dan kita juga harus menjaga kesehatan tersebut karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat ” pesan Bapak K.H Abdurrohman.

                                                                                                                        Dewan redaksi


Perjuangan Nasionalisme Pemuda Masa Kini

Written By Unknown on Thursday, 29 August 2013 | 05:41

“MERDEKA!” dengan mudah kita meneriakkannya, dengan gampang kita mengucapkannya. Namun, taukah kitaakan esensi sebuah kemerdekaan?
“Merdeka tuh nggak murah”.Kata Pak Arif Afandi yang beberapa waktu lalu diminta sebagai narasumber Kristal.Memang, tak bisa dipungkiri, kemerdekaan dapat dicapai dengan pengorbanan yang tak ternilai harganya.Setelah lebih dari tiga ratus lima pulih tahun lamanya hak kita dirampas, hak asasi ditumpas, dan warga kita pun tertindas. Akhirnya, kumandang proklamasi terdengar dengan sebuah “Perjuangan”.
Telah kita ketahui, bagaimana gigihnya perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut hak-hak nya.Betapa murninya persatuan dan kesatuan masih terjaga. Namun, setelah merdeka, apakah para pemuda masih angkat senjata?, “Pemuda atau khususnya pelajar, dapat mengisi kemerdekaan dengan belajar lebih giat. Tidak hanya itu, berlatih berorganisasipun juga.Pokoknya hal yang menumbuhkan potensi agar tergali”. Tutur Pak Arif.
Pemuda yang sering atau cenderung dalam sebuah organisasi, tanpa tersadari, dirinya telah memupuk jiwa nasionalisme.Karena dalam organisasi, kekompakan dan menghargai sesama adalah modal utamanya.Hal itu juga tercemin dalam jenis-jenis lomba dalam peringatan HUT RI.Yaitu, kesemuanya membutuhkan sportifitas,kekompakan,lapang dada dan yang terpenting arti sebuah perjuangan dalam mencapai prestasi. Tapi ironinya, para pemuda sangat jarang memikirkan hal itu.Tak bisa dipungkiri, Pemuda masakini kurang mengerti akan sebuah perjuangan, mereka hanya menginginkan kemudahan, kemewahan, dan sesuatu yang instan. Sehingga menimbulkan ketidakadaan sebuah perjuangan dalam hidup mereka.
Mari kita telaah bersama. Coba kita lihat, para saudara kita yang tinggal di frontir zone (daerah perbatasan) di negara kita. Mereka penuh dengan kekurangan. Mulai dari sarana pendidikan, penerangan sampai sarana kesehatan yang menjadi kebutuhan mutlak, merekapun masih kesulitan.
“Pelajar... marilah kita renungkan bersama. Lakukan perubahan, mulai dari yang kecil, yaitu dari diri sendiri, dan mulai saat ini.” Tutur Pak Arif kepada Crew Kristal.

#redaksi

Translate Language

News

News
Dari dan Untuk Tajul Ulum
 
Support : Creating Website | PakCharis | Admin MATU
Copyright © 2011. BULETIN KRISTAL MA TAJUL ULUM - All Rights Reserved